Kamis, 28 Juni 2012

PENANGKARAN BURUNG MURAI BATU




PENANGKARAN 
BURUNG MURAI BATU



Burung murai batu merupakan salah satu burung yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini dikarenakan suaranya yang bagus dan juga penampilannya yang menarik. Mungkin karena alasan itulah nama murai batu menjadi tenar di kalangan peminat burung berkicau. Nah, berikut ini ada beberapa tips dan juga hal yang perlu diperhatikan bila anda ingin mencoba penangkaran murai batu. Menikmati suara burung dan penampilannya yang bagus, selain itu  masih  dapat untung, tertarik menangkarkan burung berkicau?? 

 Secara umum jenis2 murai batu yang dikenal di Indonesia adalah sbb :
1. Murai Medan, b. Lawang, Bohorok, kaki g. Leuser wil. Sumatra Utara. Panjang ekor 27 - 30 cm.
2. Murai Aceh, di kaki g. Leuser wil. Aceh. Panjang ekor 25 - 30 cm.
3. Murai Nias, panjang ekor 20 - 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
4. Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
5. Murai Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 - 20 cm.
6. Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 - 12 cm.
7. Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 - 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
8. Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan.
Panjang ekor 8 - 10 cm.
Selain dari 8 jenis murai di atas, masih ada murai yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
1. Murai Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis dan panjang sekitar 30 - 33 cm dan postur tubuh lebih besar dari murai medan.
2. Murai Thailand, hidup di perbatasan Thailand dan Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 - 35 cm dan warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan).
3. Murai Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yang sangat indah.
Murai Batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam beberapa species, sbb :
1. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
2. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
3. Copsychus niger (White Vented Shama)
4. Copsychus cebuensis (Black Shama).
5. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama) 

1. Indukan (jantan dan betina)
- Murai Batu Jantan
Burung murai batu jantan dapat dibedakan dengan melihat warna bulunya yang terlihat pekat dan tua. Terlihat pada murai batu jantan bagian atasnya hitam dan berkilau, sedang pada bagian dadanya nampak coklat tajam dan tua. Dari tingkah lakunya juga terlihat bahwa murai batu jantan akan lebih gesit dan juga menarik, bila anda ingin menggunakan burung sebagai indukan dalam penangkaran murai batu, minimal usia adalah 1 tahun dan pastikan juga sudah mempunyai suara yang bagus dengan berbagai variasi dan juga sehat

- Murai Batu betina
Bila pada murai batu jantan warna terlihat pekat, sebaliknya murai batu betina memiliki warna yang lebih memudar. hitam pada bagian atas dan dada nampak coklat memudar. Bila ingin menggunakan murai betina sebagai indukan, pilihlah burung dengan usia minimal 10 bulan, sudah sering berbunyi dan juga sehat.

2. Penjodohan murai batu
Untuk masalah penjodohan dalam penangakaran murai batu sebenarnya tergantung hoky peternak juga. Cara pertama yang dilakukan adalah dengan mendekatkan murai batu jantan dan murai batu betina. Hal ini bertujuan agar burung-burung tersebut saling kenal. Proses tersebut berlangsung selama 1 Minggu, setelah itu barulah kita dapat memasukkan kedua burung berkicau tersebut ke dalam 1 ruang. Akan tetapi ada juga peternak yang melewat langkah awal, dimana tidak mendekatkan kedua burung dahulu tapi langsung memasukkan jadi satu ke dalam sangkar. Namun bila ternyata setelah burung dijadikan satu sangkar kemudian berkelahi maka harus dilakukan penjodohan ulang burung kicauan tersebut.

3. Kandang untuk Ternak

Kandang yang akan digunakan sebagai tempat penangkaran murai batu idealnya adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam sangkar burung tersebut di beri tanaman agar kelihatan alami, selain itu juga dimaksudkan agar burung kicauan kita menjdai lebih nyaman berada dalam kandangnya. Untuk murai batu juga harus disediakan tempat mandi karena burung ini termasuk jenis yang suka mandi. Tak ketinggalan tempat sarang burung juga harus disediakan yaitu kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 20cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung.

4. Makanan untuk Induk Murai Batu
Setelah melalui proses penjodohan burung murai batu berlangsung sukses, selanjutnya dalam hal pemberian pakan harus mengandung protein tinggi sehingga dapat menghasilkan telur dan anak burung yang berkualitas. Untuk pakan bisa kita berikan full jangkrik. selamat mencoba penangkaran murai batu.
ends

Kamis, 07 Juni 2012

PP No 82 Tahun 2000

Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan dapat di download di : http://www.scribd.com/doc/96310207/PP-82-tahun-2000

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1992

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 16 TAHUN 1992
TENTANG
KARANTINA HEWAN, IKAN, dan TUMBUHAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 
  
dapat di unduh di :

Jumat, 01 Juni 2012






calon PV karantina menyempatkan tuk menikmati wisata alam setelah praktek handling satwa liar di taman safari bogor, acara diklat tc

Sabtu, 23 Juli 2011

ASMA'UL HUSNA


Do’a Asma’ul Husna
1.  Al Fatihah
2.  Al Ikhlas
3.  Al Falaq
4.  An Naas

Subhanallahi walhamdulillahuallahu akbar, wa lahaula walaquwata ilabilahil aliyul adziim
Allahuma sholi ala muhammad wa ala ali sayidina muhammad
Allahumma lakal asma’ul husna nad  ‘uwaka bihaa

1.  Yaa Allahu  anta robbuna laailaha illa anta
Yaa Allah Engkau Tuhan kami,  tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Engkau
2.  Yaa Rohmaanu  narjuu rohmatak
Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih, kami mengharap kasih sayang - Mu
3.  Yaa Rohiimu  irhamna
Yaa Tuhan Yang Maha Penyayang, kasih dan sayangilah kami
4.  Yaa maaliku  a’ thinaa min mulkika
Yaa Tuhan yang Maha Raja (yang mempunyai kekuasaan) berilahkanlah kami kekuasaan-Mu
5.  Yaa Quddusu   Qodis fitrotanaa
Yaa Tuhan yang Maha Suci, sucikanlah fitrah kejadian kami
6.  Yaa Sallamu salimnaa min aafatiddunnya wa azabil akhiroh
Yaa Tuhan Pemberi Selamat, selamatkanlah kami dari fitnah bencana dunia dan siksa akhirat
7.  Yaa Mu’minu  aaminnaa  wa aamin ahlana wabaladana
Yaa Tuhan yang Memberi Keamanan, berikanlah kami keamanan keluarga dan negeri kami
8.  Yaa Muhaiminu  haimin ‘auratinaa wa aj sadana
Yaa Tuhan yang Maha Melindungi, lindungilah cacat dan jasad kami
 9.  Yaa Azzizzu  azziznaa  bil ilmi wal karoomah
Yaa Tuhan yang Maha Mulia, Muliakanlah kami dengan ilmu pengetahuan dan kemuliaan
10. Yaa Jabbaru  hablanaa min jabaruutika
Yaa Tuhan yang Maha Perkasa, berikanlah kepada kami dari keperkasaan-Mu
11. Yaa Mutakabbiru  bifadlika ij ‘alna kubaroo’
Yaa Tuhan yang Maha Megah, dengan anugerahMu jadikanlah kami orang yang megah
12. Yaa Kholiqu  Hassin Kholkona wa hassin khulukonaa
Yaa Tuham yang Maha menciptakan, baguskanlah kejadian kami dan ahlaq kami
13. Yaa Barii’u  abrinaa minassyirki wal maradi wal fitnati
Yaa Tuhan yang Maha membebaskan, bebaskanlah kami dari syirik, penyakit dan fitnah
14. Yaa Mushowiru   showirnaa ilaa ahsanil kholqi wal haali
Yaa Tuhan Yang Maha Membentuk, bentuklah kami menjadi sebaik-baik mahluk dan sebaik-baik keadaan
15. Yaa Ghofaru  ighfirlanaa dzunuubanaa
Yaa Tuhan Yang Maha Pengampun , ampunilah dosa-dosa kami
16. Yaa Qohharu  ikhar  ‘aduwana ilal  istislami
Yaa Tuhan Yang Maha Memaksa, paksalah musuh kami untuk menyerah
17. Yaa Wahabu  hablana duriyatan thoyibah
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi, berikanlah kepada kami anak  keturunan yang baik-baik
18. Yaa Rozzaqu  urzuknaa halaalan  thoyibaan wasii ‘aa
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi Rizki, berikanlah kepada kami rizki yang halal, bergizi dan banyak
19. Yaa Fattahu  iftah lana abwabal khoiri
Yaa Tuhan Yang Maha Membuka, bukakanlah buat kami semua pintu kebaikan
 20. Yaa Aliimu  alimnaa malaa na’lam
Yaa Tuhan Yang Maha Mengetahuai, berikanlah kepada kami apa yang kami tidak ketahui

21. Yaa Qoobidhu   idazaa a aj ‘aluuna faqbid ruuhana fii husnil khotimah
Yaa Tuhan Yang Maha Mencabut, jika telah sampai ajalkami, cabutlahruh kami dalam keadaan khusnul khotimah
22. Yaa Bassitu  ubsutyadaka ‘alaina bil athiyah
Yaa Tuhan Yang Maha Meluaskan, luaskan kekuasaan-Mu kepada kami dengan penuh pemberian
23. Yaa Khofidu ikhfidi  man dzolamanaa
Yaa Tuhan Yang Maha Menjatuhkan, jatuhkanlah orang yang mendholimi kami
24. Yaa Roofi ‘u  irfa darojatina
Yaa Tuhan Yang Maha Mengangkat, angkatlah derajat kami
25. Yaa Mu ‘izzu   aatinaa ‘ijataka
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi Kemuliaan limpahkanlah kemuliaan-Mu kepada kami
26. Yaa Mudzilu  dzalilman adzalanaa
Yaa Tuhan Yang Maha Menghinakan, hinakanlah orang yang menghina kami
27. Yaa Sammi’u  isma’  syakwatana
Yaa Tuhan Yang Maha Mendengar, dengarkanlah pengaduan kami
28. Yaa Bashiiru   abshir hasanatina
Yaa Tuhan Yang Maha Melihat, lihatlah semua amal kebaikan kami
29. Yaa Hakamu uhkum  man hasada ‘alaina  wagossyana
Yaa Tuhan Yang Maha Menetapkan Hukum, hukumlah orang-orang yang dengki dan curang kepada kami
30. Yaa ‘Adlu  I ‘ dil  man rohimana
Yaa Tuhan Yang Maha Menetapka Keadilan, berikan keadilan kepada orang yang sayang kami
31. Yaa Khobiru ihyina hayatal  khubaro
Yaa Tuhan Yang Maha Waspada, jadikanlah hidup kami seperti kehidupan orang-orang yang selalu waspada
32. Yaa Haliimu   Bil hilmi  jayyinna
Yaa Tuhan Yang Maha Penyantun, hiasilah hidup kami dengan sikap penyantun
33. Yaa Latiifu ultuf binaa
Yaa Tuhan Yang Maha Halus, bersikaplah halus kepada kami
34. Yaa Adhimu ahyina hayatal udomaa ‘a
Yaa Tuhan Yang maha Agung, hidupkanlah kami sebagaimana orang-orang yang agung
35. Yaa Gofuru igfirlana wa isrofana
Yaa Tuhan Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa dan keteledoran kami
36. Yaa Syakuru a ‘inna  ‘ala  syukrika
Yaa Tuhan Yang Maha Menerima Syukur, berikanlah kepada akami kemampuan untuk selalu bersyukur kepada-Mu
37. Yaa ‘Aliyu uluwaka  nastaghitsu 
Yaa Tuhan Yang Maha Tinggi, kami mengharap ketinggian dari-Mu
38. Yaa Kabbiru ij ‘alan kubaroo ‘a
Yaa Tuhan Yang Maha Besar, jadikanlah kami orang yang besar
39. Yaa Hafidu  ihfadna min fitnatidunnya  wa suu ‘iha
Yaa Allah Yang Maha Memelihara, perihalalah kami dari fitnah dunia dan kejahatannya
40. Yaa Muukitu a’thina quwataka laa haula wala kuwata illa bika
Yaa Allah Yang Maha Memberi Kekuatan, berilah kekuatan tiada daya dan kekuatan kecuali dari Engkau
41. Yaa Hasiibu  haasibna hisaaban yasiiroo 
Yaa Tuhan Yang maha menghisab, hisablah kami nanti dengan hisaban yang ringan
42. Yaa Jalillu   ahyina  hayaatal ajjilaa
Yaa Tuhan Yang Maha Luhur, hidupkanlah kami seperti orang orang yang mempunyai keluhuran
 43. Yaa Karimu    akrimnaa bitakwaa
Yaa Tuhan Yang Maha Mulia,  muliakanlah kami dengan ketakwaan


44. Yaa Rokiibu   ahyina tahta  rikoobatik
Yaa Tuhan Yang Maha Mengamati gerak-gerik, hodupkanlah kami selalu dalam pengamatan-Mu
45. Yaa Mujjibbu  ajib da’watana  waqdi hawa ijanaa
Yaa Tuhan Yang Maha Mengabulkan, kabulkanlah do’a dan ajakan kami, luluskan semua keperluan kami
46. Yaa Waasii‘u   urzuknaa rizqon  waasi’aa  wawashi’ suduroona
Yaa Tuhan Yang Maha Meluaskan, berikanlah kami rizki yang luas dan luaskanlah dada kami
47.  Yaa Hakimu  ahyina hayaatal  mukamaa’I
Yaa Tuhan Yang Maha Bijaksana, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang bijaksana
48. Yaa Waduudu  wuddaka ista’  tsarna  wa alhimna  mawadatan  warohmah
Yaa Tuhan Yang Maha Mencintai, hanya cintamu kami mementingkan, dan ilhamkanlah kepada kami rasa cinta dan kasih sayang
49. Yaa Majiidu  a’ thina majdaka
Yaa Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan
50. Yaa Ba’isu  ib ‘sna  ma asyuhadaai wa sholihiin
Yaa Tuhan Yang Maha Membangkitkan, bangkitkanlah kami bersama orang-orang yang syahid dan orang-orang yang sholeh
 51. Yaa Syahiidu   isyhad bi anna muslimuun
Yaa Tuhan Yang maha menyaksikan, sksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Mu
52. Yaa Haqqu  dullanaa  haqqon wa ‘thi kulla dzi hakkin haqqo
Yaa Allah Tuhan Yang Maha Haqq, tunjukilah kami kepada yang haq dan berikanlah haq kepada orang yang mempunyai haq
53. Yaa Wakiilu  ‘alaika tawakalna
Yaa Tuhan Yang Menerima Penyerahan, kepada-Mu  kami serahkan urusan Kami
54. Yaa Kowiyu   bikuwatika  fanshurna
Yaa Tuhan Yang Maha Kuat, dengan kekuatan-Mu tolonglah kami
55. Yaa Matiinu   umtun imanana   wasabit aqdamana
Yaa Tuhan Yang maha Kokoh, kokohkanlah iman kami dan mantapkan pendirian kami
56.Yaa Waliyyu   ahyina hayaatal auliyaa
Yaa Tuhan Yang Maha Melindungi, hidupkanlah kami seperti hamba-hamba-Mu yang mendapat perlindungan (para wali)
57. Yaa Hamiduu   urzuqnaa ‘isyatatan hamiidah
Yaa Tuhan Yang Maha Terpuji, limpahkan kepada kami kehidupan yang terpuji
58. Yaa Muhshi   ahsina min zumrotil muwahidiin
Yaa Tuhan Yang Maha Menghitung, hitu nglah kami termasuk bilangan orang-orang  yang  meng - Esakan Engkau
59. Yaa Mubdi ‘u    bismika ibtada’ naa
Yaa Tuhan Yang Maha Memulai, Dengan Nama-Mu kami memulai
60. Yaa Muu ‘idu  a ‘id maghoba  ‘annaa
Yaa Tuhan Yang Maha Mengembalikan, kembalikanlah semua yang hilang dari kami
61. Yaa Muhyii   lakaa nihyii fahayinna bissalaam
Yaa Tuhan Yang Maha Menghidupkan, karena Engkau kami hidup hidupkanlah kami dengan penuh keselamatan
62. Yaa Mummitu   amitna  laa diinil islam
Yaa Tuhan Yang Maha Mematikan, matikanlah kami tetap dalam keadaan Islam
63. Yaa Hayyu   ahyi wanammi sa’ yanaa wasyarikaatana  wajiroo’atanaa
Yaa Tuhan Yang Maha Hidup, hidupkanlah dan kembangkanlah usaha kami dan tanaman kami
64. Yaa Qooyuumu   aqimnaa bil istikomah
Yaa Tuhan Yang Maha Tegak, tegakanlah kami dengan konsisten


65. Yaa Wajiidu  aujid  madhoo’a  annaa
Yaa Tuhan Yang Maha Mewujudkan /Menemukan, ketemukanlah semua yang hilang dari kami
66. Yaa Maajidu  aatinaa majdaka
Yaa Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemulyaanMu
67. Yaa Waahidu   wahid tafarukma wajma’  syamlana
Yaa Tuhan Yang Maha Esa/Menyatukan, perstukanlah perpecahan kami dan kumpulkanlah keberantakan kami
68. Yaa Shoomadu   ilaika shoomadna
Yaa Tuhan Yang Tergantung kepadaNya sesuatu, hanya kepadaMu kami bergantung
69. Yaa Qoodiru   biqudrotika  anjib  mindohrina  dzuriyatan toyyibah
Yaa Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kekuasaanMu lahirkanlah dari tulang punggung kami anak keturunan yang baik
70. Yaa Muqtadiru   iktadiirlana  zauzan  wakhoiron kullahu
Yaa Tuhan Yang Maha Menentukan, tentukanlah untuk kami istri dan semua kebaikan
71. Yaa Mukodimuu   Kodiim hawaijanaa fi-dunnya wal akhiroh
Yaa Tuhan Yang Maha Mendahulukan, dahulukan keperluan kami dunia dan akhirat
72. Yaa muakhiru  akhir hayatana bihusnil  khotimah
Yaa Tuhan Yang Maha Mengakhirkan, akhirkanlah hidup kami dengan khusnul khotimah
73. Yaa Awaluu  adkhilnal jannata  ma’al awaliin
Yaa Tuhan Yang Maha Pertama, masukanlah kami kedalam syurga bersama orang-orang yang pertama masuk syurga
74. Yaa Akhiruu  ij’al akhiiroo ‘ umrina  khoiroohu
Yaa Tuhan Yang maha Akhir, jadikanlah kebaikan pada akhir umur kami
75. Yaa Dohiiru   adhiril haqqo ‘alaina  warziqna tiba’ah
Yaa Tuhan Yang maha Nyata, tampakanlah kepada kami kebenaran, berikan kami kesanggupan untuk mengikutinya
 76. Yaa Batinu  abtiin  ‘uyubana wastur aurootina
Yaa Tuhan Yang maha Menyembunyikan, sembunyikanlah cacat kami dan tutupkah rahasia kami
77. Yaa Walli  anta waali amrinaa  fasrii  nusrotakalana
Yaa Tuhan Yang Maha Menguasai, Engkau adalah Penguasa urusan kami, maka segerakanlah pertolongan Mu kepada kami
78. Yaa Muutaa’ali    a’li kalimataka  wahdul  man khodalana
Yaa Tuhan Yang Maha Terpelihara dari semua kekurangan (Maha Luhur), luhurkanlah/peliharalah kalimatMu dan hinakanlah orang yang merendahkan kami
79. Yaa Barru   ashib baroka ‘alaina wa ahyinaa  ma’al barorotil  kiroom
Yaa Tuhan Yang Maha Dermawan, limpahkanlah kedermawanan-Mu kepada kami dan hidupkanlah kami bersama dengan yang dermawan pula.
80. Yaa Tawwabu   taqobal taubatana wataqobbal  ma’dirotanaa
Ya Tuhan Yang Maha Menerima Taubat, terimalah Taubat dan uzur kami
81. Yaa ‘Afuwwu  fa’fu  ‘anna  khotoyananaa
Yaa Tuhan Yang Maha Memaafkan, maafkanlah semua kesalahan kami
82. Yaa Rouufu  anzil  ‘alaina  ro’fataka
Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih, turunkanlah kepada kami kasih/kelembutan-Mu
83. Yaa Malikal   mulki  aati mulkaka man tasyaa ‘u   minna
Yaa Tuhan Yang Memiliki Kerajaan/Kekuasaan, berikanlah kerajaan/kekuasaanMu kepada siapa yang Engkau kekendaki
84. Yaa Muntaqiimu  laa tantakim  ‘alaina  bidunubina
Yaa Tuhan Yang Maha Menyiksa, janganlah kami disiksa karena dosa-dosa kami
85. Yaa Dzalzala li wal ikrom akrimna bil ij lali wataqwaa
Yaa Tuhan Ynag Mempunyai Keagungan/Kemulyaan, muliakanlah kami dengan keagungan dan ketaqwaan
 86. Yaa Muqsithu   syabitlana   qisthon wazil ‘ana dzulman
Yaa Tuhan Yang Maha Mengdili, tetapkanlah kepada kami keadilan dan hilangkanlah dari kami kedzaliman
87. Yaa Jamii’u  ijma’naa  ma’asholihiin
Yaa Tuhan Yang Maha Mengumpulkan, kumpulkan kami bersama orang yang sholeh
88. Yaa Ghoniyyu aghninna  bihalaalika  an haromik
Yaa Tuhan Yang Maha Kaya, berikanlah kepada kami kekayaan yang halal dan jauh dari keharaman
89. Yaa Mugni   bini’matika  aghninaa
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi Kekayaan, dengan ni’mat-Mu berikanlah kami kekayaan
90. Yaa Maani’u   ‘imna  dairotas suu ‘I   taduuru  ‘alaina
Yaa Tuhan Yang Maha Menolak, tolaklah putaran kejahatan yang mengancam kami
91. Yaa Dhorru la tushib dorooka wadhoro  mayadhuru ‘laina
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi Bahaya, jangan timpakan kepada kami bahaya-Mu dan bahaya orang yang membahayakan  kami
92. Yaa Naafii’u  infa’  lanaa  ma ‘alamtana wamma rozaktana
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi Maafat, berikanlah kemanfaatan atas apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami dan kemanfaatan rizki yang Engkau berikan kepada kami
93. Yaa Nuuruu nawir kulubana  bihidayatika
Yaa Tuhan Yang Bercahaya, sinarilah hati kami dengan petunjuk-Mu
94. Yaa Haadi   ihdinasyirotol mustaqiim
Yaa Tuhan Yang Maha Memberi Petujnjuk, tunjukanlah kepada kami jalan yang lurus
95. Yaa Badii’u  ibda’ lana hayatan  badii ‘ah
Yaa Tuhan Yang Maha Pencipta Keindahan, ciptankanlah kepada kami hidup yang indah
96. Yaa Baaqii abqi  ni’matakal lati  an’amta   ‘alaina
Yaa Tuhan Yang Maha Kekal, kekalkanlah ni’mat yang telah Engkau berikan kepada kami
97. Yaa wariisyu ij ‘alna   warosyati  janatinna’iim
Yaa Tuhan Yang Maha Pewaris, jadikanlah kami orang yang akan mewarisi syurga keni’matan
98. Yaa Rasyidu   alhimna rushidaka   wa ahyina roosidiin
Yaa Tuhan Ynag Maha Cendekiawan, limpahkanlah kecendiawan-Mu dan hidupkanlah kami sebagai orang yang cendekia
99. Yaa Shobuuru ij ‘alna shobiriin
Yaa Tuhan Yang Maha Penyabar, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersabar

Jumat, 19 Maret 2010

BUDIDAYA TERNAK KELINCI

TTG BUDIDAYA PETERNAKAN
BUDIDAYA TERNAK KELINCI

1. SEJARAH SINGKAT
Ternak ini semula hewan liar yang sulit
dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun
silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan
dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap
negara di dunia memiliki ternak kelinci karena
kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang
relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir
seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah
dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya
penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan
yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia
disebut kelinci, Jawa disebut
trewelu dan sebagainya. 
2. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan
belum menjadi sentra produksi/dengan kata lain
pemeliharaan masih tradisional.
3. JENIS
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci
diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.
Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch,
English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex
Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur
dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat
baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.
4. MANFAAT
Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku
keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan
pakan ternak. 
5. PERSYARATAN LOKASI
Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, bau-bauan, suara bising
dan terlindung dari predator. 
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai,
pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.
1.  Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi
udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator.
Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk
induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk
pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk
menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan
betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor
betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.
Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
1.  Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam
ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
2.  Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
3.  Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor
dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat),
Pyramidal Battery (susun piramid).
Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang
tahan pecah dan mudah dibersihkan.
2.  Pembibitan
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut.
Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan
ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian,
Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok
dipelihara.
1.  Pemilihan bibit dan calon induk
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot
badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu
jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang
baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak
mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam,
lincah/aktif bergerak.
2.  Perawatan Bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu
perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup,
pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari
gangguan luar.
3.  Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang
spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
a.  In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan
sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
b.  Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih
baik/menambah sifat-sifat unggul.
c.  Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat
bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang
merupakan
perpaduan 2 keunggulan bibit.
4.  Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan
(betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas
anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan
dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah
itu pejantan dipisahkan.
5.  Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari.
Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina
12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi
kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang
beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara
merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan
kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang
dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
3.  Pemeliharaan
1.  Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang
penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek
dan terserang penyakit kulit. 
2.  Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan
turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera
dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah
wabah penyakit.
3.  Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan
ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan
pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk
mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat
menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan
membuang testisnya.
4.  Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput
gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun
kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi,
kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan
ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan
ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci
diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput
sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang
lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk
mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
5.  Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci
setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar
matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit.
Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit
dibersihkan dengan kreolin/lysol. 
7. HAMA DAN PENYAKIT
1.  Bisul
Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.
2.  Kudis
Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.
Pengendalian: dengan antibiotik salep.
3.  Eksim
Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. 
Pengendalian: menggunakan salep/bedak Salicyl.
4.  Penyakit telinga
Penyebab: kutu.
Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
5.  Penyakit kulit kepala
Penyebab: jamur.
Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian: dengan bubuk belerang.
6.  Penyakit mata
Penyebab: bakteri dan debu.
Gejala: mata basah dan berair terus.
Pengendalian: dengan salep mata.
7.  Mastitis
Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.
Gejala: puting mengeras dan panas bila dipegang.
Pengendalian: dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.
8.  Pilek
Penyebab: virus.
Gejala: hidung berair terus.
Pengendalian: penyemprotan antiseptik pada hidung.
9.  Radang paru-paru
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida.
Gejala: napas sesak, mata dan telinga kebiruan.
Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
10. Berak darah
Penyebab: protozoa Eimeira.
Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.
Pengendalian: diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
11. Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada
umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan
menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan
memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.
8. PANEN
1.  Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu
2.  Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk
3.  Penangkapan
Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang benar agar
kelinci tidak kesakitan.
9. PASCAPANEN
1.  Stoving
Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus. Pemberian
minum tetap .
2.  Pemotongan
Pemotongan dapat dengan 3 cara:
1.  Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala
dan saat koma disembelih.
2.  Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara ini
kurang baik.
3.  Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.
3.  Pengulitan
Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci digantung.
4.  Pengeluaran Jeroan
Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-
paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah
karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.
5.  Pemotongan Karkas
Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong
bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang baik 49-52%.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
1.  Analisa Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor induk:
1.  Biaya Produksi
a.  Kandang dan perlengkapan Rp. 1.000.000,-
b.  Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-
c.  Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-
d.  Pakan
ƒ  Sayur + rumput Rp. 1.000.000,-
ƒ  Konsetrat (pakan tambahan) Rp. 2.000.000,-
e.  Obat Rp. 1.000.000,-
f.  Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,- Rp. 3.600.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 9.260.000,-
2.  Pendapatan
Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor
Penjualan:
a.  Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- Rp. 6.000.000,-
b.  Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-
c.  Feses/kotoran Rp. 60.000,-
d.  Bulu Rp. 750.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 21.810.000,-
3.  Keuntungan Rp. 12.550.000,-
4.  Parameter kelayakan usaha : - B/C ratio = 2,36
2.  Gambaran Peluang Agribisnis
Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal dari
protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging kita masih
banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam cepatnya
berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan rendahnya biaya
produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi
didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu yang cukup tinggi.
11. DAFTAR PUSTAKA
1.  Anonymous, 1986, Pemeliharaan Kelinci dan Burung Puyuh, Yasaguna, Jakarta.
2.  Kartadisastra. HR, 1995, Beternak Kelinci Unggul, Kanisius, Yogyakarta.
3.  Sarwono. B, 1985, Beternak Kelinci Unggul, Penebar Swadaya, Jakarta.
4.  Yunus. M dan Minarti. S, 1990, Aneka Ternak, Universitas Brawijaya, Malang.
12. KONTAK HUBUNGAN
1.  Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa
No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
2.  Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan
Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta
10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web:
http://www.ristek.go.id
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Kamis, 11 Maret 2010

BETERNAK KAMBING PE

Tips Beternak Kambing

Beternak kambing adalah suatu kegiatan yang sangat menguntungkan, selama dalam menjalankan usaha tersebut dikelola secara benar dan serius. Tidak ada kata yang tidak mungkin. Begitulah ungkapan kata yang harus diungkapkan dalam menjalani suatu usaha. Selama kita serius dan tekun dalam menjalani usaha ini, pasti tujuan dan cita-cita kita akan tercapai.

Ada beberapa hal utama yang harus kita siapkan sebelum kita menjalani usaha ini.

1. mempersiapkan lahan pakan.
Ketersediaan pakan adalah hal yang sangat fital bagi kelangsungan peternakan. Mustahil suatu usaha peternakan terwujud tanpa diimbangi dengan ketersediaan pakan. Untuk mempersiapkan pakan, sudah seharusnya kita mempunyai gambaran tentang jumlah kambing yang akan kita pelihara. Semakin banyak kambing yang akan kita pelihara, maka semakin luas lahan pakan yang harus kita siapkan, begitu juga sebaliknya, semakin sedikit kambing yang akan kita pelihara, maka lahan yang harus kita siapkan juga tidak terlalu luas.
Pakan kambing yang ideal seharusnya tidak terdiri dari satu macam jenis saja. Kita dapat mencampur pakan tersebut dari berbagai macam daun daunan. Tetapi untuk peternakan yang mempunyai kapasitas besar, pakan yang mudah dan selalu terjamin ketersediaannya adalah rumput gajah. Karena rumput gajah dapat dipanen umur 40-50 hari. Sehingga peternak harus dapat mengatur jadwal pemenenan yang tepat. Sehingga di harapkan rumput gajah tersebut dapat selalu dipanen untuk pemberian pakan kambing. Peternak dapat menyewa lahan untuk menanam rumput gajah tersebut.

Berikut ini adalah cara penanaman rumput gajah ;

a) sediakan rumput gajah berupa stek. Bibit ini dapat diperoleh dari petani ataupun dari dinas peternakan setempat.
b) Cangkul lahan tanam dengan kedalam 20 cm dan dibuat parit dengan jarak antar parit selebar 60 cm.
c) Buat lubang tanam dengan kedalaman 15 cm, jarak antar lubang tanan sekitar 50-60 cm.
d) Beri pupuk pada lubang tanaman, pupuk dapat berupa pupuk kandang maupun pupuk pabrikansi seperti urea atau npk.
e) Masukkan bibit rumput gajah sebanyak tiga stek per lobang tanam.
f) Panen rumput gajah pertama dapat dilakukan pada tiga bulan pertama, hanya saja rumput panenan pertama ini biasanya kurang disenangi oleh kambing, sehingga biasanya rumput gajah tersebut dibuang.
g) Bersihkan segera rumput liar yang tumbuh setelah panenan pertama dilakukan, lalu beri pupuk kandang secukupnya pada tanaman tadi.
h) Setelah 40-50 hari kemudian panenan ke dua dapat dilakukan dan biasanya rumput pada panenan yang ke dua ini lebih disukai oleh kambing, karena memiliki batang yang tidak terlalu keras.

Selain diberi pakan pokok berupa hijauan, sebaiknya kambing juga diberi pakan tambahan berupa pakan penguat sebagai penguat. Sumber pakan penguat dapat berupa dedak jagung, ampas tahu, bungkil kacang tanah, kulit kedelai atau campuran pakan tersebut.
Pakan penguat tersebut jumlahnya tidak harus banyak, tetapi diusahaan setiap hari selalu disajikan ke kambing, supaya kambing tersebut tidak kekurangan mineral maupun protein.

2.Membuat kandang.

Prinsip kandang yang ideal adalah tempat yang nyaman bagi ternak kambing itu sendiri. Kandang diusahakan dibuat dari bahan yang awet dan tahan lama, terutama pada lantai kandang, kerena lantai tersebut merupakan pijakan pada saat kambing berada di dalam kandang. Apabila lantai kandang mudah patah maka akan dapat membahayakan kambing yang kita pelihara. Lantai kandang tidak boleh menggunakan papa yang terlalu lebar. karena papan yang lebar akan menghambat kotoran ataupun urin terbuang secara lancar. dampaknya kambing akan cepat kotor. menurut saya, lantai kandang yang ideal adalah lantai yang menggunakan bahan dasar bambu, karena selain harganya lebih murah, lantai bambu juga mempunyai lebaran yang pas (6 cm), sehingga kotoran dan urin langsung jatuh ke bawah.
Kandang dibikin model panggung dan lantai kandang harus dibuat miring agar kotoran kambing dapat dengan mudah dibersihkan. Selain itu dengan kemiringan lantai kandang, maka kita akan dengan mudah menampung urin kambing menuju tempat yang dikehendaki. Karena urine dan kotoran kambing (srintil) mempunyai nilai jual yang sangat bagus.
Dengan kandang model panggung, kita juga akan dapat dengan mudah mengontrol kesehatan kambing itu sendiri. Karena kesehatan kambing dapat dipantau dari kotoran kambing yang di keluarkannya. Misal, kotoran kambing agak menggumpal merupakan pertanda bahwa kambing tersebut terkena cacingan dan harus segera diberi obat cacing.
Kandang juga harus dilengkapi dengan tempat minuman kambing yang letaknya dibelakang kandang dan posisinya berada di luar kandang. Kerena kalau tempat air itu berada di dalam, kambing akan menggaru-garukkan tanduk ditempat air, sehingga air gampang tumpah.

3.Memilih Induk.

Tahap yang paling menentukan dalam usaha peternakan kambing adalah penjaringan material kandang atau pemilihan induk. Karena apabila kita salah dalam memilih induk dapat dipastikan kita akan rugi dalam menjalankan usaha ini. Karena pada prinsipnya, kambing baik maupun kambing jelek tetap makan. Dan makan adalah biaya. Makanya jangan gegabah dalam melakukan pembelian induk. Kalaupun ada kambing jelek beranak bagus itu merukakan suatu keberuntungan belaka. Tetapi kalau kita memilih induk dengan benar dan tepat, maka peluang untuk mendapatkan keturunan yang bagus sangatlah besar.
Memang tidak mungkin seekor kambing itu sempurna secara kasat mata, tetapi ada beberapa kriteria wajib, yang harus peternak pilih. Karena hal ini nantinya akan berpengaruh pada keturunan berikutnya. Kriteria yang termaksud adalah :

a). Warna harus hitam.

Warna hitam adalah warna yang sangat favorit dalam kelas kambing etawa. Apalagi pola hitam tersebut berada tepat dan presisi dibagian kepala. Ada beberapa kelompok petani yang menyebut dengan istilah “kepala hitam atau ndas ireng” (Jawa Timur). Sebagus apapun kambing itu, kalau warna tidak hitam maka pamor kambing tersebut akan berkurang. Kambing dengan warna pola hitam berarti memiliki gen warna hitam, yang apabila nanti dikawinkan dengan pejantan warna hitam, harapannya cempe yang akan dihasilkan memiliki pola warna hitam juga. Sebagai gambaran, kambing standart, pola warna hitam lebih mahal minimal Rp. 250.000, jika di banding dengan kambing pola warna coklat, dengan umur yang sama.

b). Telinga tipis, panjang dan lurus ke bawah.

Telinga tipis dan panjang merupakan syarat wajib bagi calon induk. Baik induk pejantan maupun induk betina. Telinga harus terkesan jatuh ke bawah, ujung pangkal telinga tidak boleh ada patahan. Telinga juga tidak boleh melebar ke bawah. Kebanyakan kambing yang berada di pasaran, posisi telinga atas sudah baik, tetapi di bawah melebar atau melengkung ke samping. Faktor telinga yang bagus sangat penting sekali bagi peternak, karena akan berpengaruh ke keturunan yang dihasilkan.

c. factor pelengkap lain.

Sudah penulis katakan, tidak ada kambing yang sempurna. Kalaulah ada yang bagus di pola, mungkin kambing itu memiliki kekurangan dipanjang telinga atau pada bagian yang lain. Tetapi minimal kita sebagai peternak harus mencari bakalan induk yang mendekati sempurna. Ada beberapa factor pelengkap lain yang dapat dipilih supaya kambing yang akan kita beli nantinya mendekati sempurna. Beberapa factor tersebut diantaranya,kaki atau tulangan yang besar dan kokoh, kulit yang tebal, ekor yang melengkung ke atas, bulu ekor yang lebat, mata yang cerah, tanduk yang simetris ke belakang, cekungan yang besar pada hidung kambing.
Factor pelengkap sifatnya tidak wajib. Tetapi kalau itu ada dikambing yang bakal di beli, tidak ada salahnya apabila peternak mengambilnya sebagai calon induk. Dengan pencatatan data yang lengkap, peternak nantiya akan dapat menciptakan keturunan yang stabil, jika berbagai elemen tersebut di kawinsilangkan, tetapi hal ini memerlukan waktu dan biaya yang sangat amat lama dan mahal.

Jika ingin menciptakan trah kambing seperti yang dikehendaki peternak, hal pertama yang dilakukan peternak adalah mencari induk yang berproduksi tinggi dan pejantan yag memiliki induk dengan tingkat produksi yang tinggi pula. Lebih baik lagi jika keduanya (induk dan pejantan) berasal dari induk dan pejantan yang sama (kelahiran kembar). Jika sudah cukup umur, indukan dan pejantan tersebut dikawinkan. Dengan manajemen yang baik, kambing bisa beranak 2 kali dalam 3 tahun. Dalam 2 tahun bisa menghasilkan 6 ekor cempe. Cempe-cempe jantan bisa di jual, sedangkan cempe betina terus di pelihara sampai dewasa kelamin dan jika sudah cukup umur di kawinkan dengan pejantan nenek moyangnya. Jika pejantan nenek moyangnya sudah mati atau sudah tidak terlalu kuat, bisa di gantikan dengan pejantan lain yang masih sedarah. Dari perkawinan-perkawinan ini akan selalu di hasilkan individu-individu baru yang variasinya sangat lebar, tetapi semakin lama variasi tersebut akan semakain mengecil dan mendekati seragam. Individu-individu yang produksinya tinggi terus dipertahankan sebagai induk, sedangkan individu-individu yang tingkat produsinya rendah bisa di singkirkan atau di jual.

Posted in Budidaya Ternak Kambing. NATURENDRYS